Ceker Palapa, Gurih-Gurih Empuk
Tempatnya kecil. Hanya sebuah gerobak dan sebuah meja yang ditutup dengan spanduk yang bertuliskan Ceker Palapa. Tapi jangan lihat kecil atau sederhananya, tapi tengoklah kelezatan dibalik olahan juru masaknya. Mungkin banyak orang bergidik mendengar kata ceker. Ya, ceker –yang kata orang merupakan bagian paling menjijikan dari ayam, karena ceker adalah kaki ayam—diolah sedemikian rupa oleh sang pemilik, menjadi santapan yang menggugah selera. Pilihannya cukup banyak: ada lodeh ceker, brengkesan ceker, dan penyetan ceker.
Menurut alasan si empunya warung, ceker ini jika tahu cara masaknya, maka kita bisa mendapatkan harta karun kelezatannya. Faktanya, ceker yang dulu tidak ada harganya, sekarang –lagi-lagi kata pemilik warung– satu kilonya bisa mencapai 15 ribu (aje gile). Kunci kelezatan dari masakan Ceker Palapa adalah keempukan bagian jari-jemari ceker meski tidak di presto. Lodeh ceker bahkan lebih ekstrim empunya, karena tinggal kita sruput saja –sruuppttt—daging muda ceker lansung meleleh di mulut kita.
Soalnya harga, jangan khawatir. Ceker Palapa termasuk warung yang menjunjung tinggi prinsip: enak dan murah. Hanya tujuh ribu rupiah sekali makan, kita bisa menikmati penyetan ceker plus tempe dan teh hangat. Atau anda juga bisa memilih menu istimewa lodeh ataupun brengkesan ceker. Saran pemilik warung, kalau Anda ingin menikmati lodeh dan brengkesan, jangan datang terlampau malam, diatas jam setengah delapan biasanya sudah habis.
Lokasi Ceker Palapa ada di jalan Pandegiling. Begitu Anda dari Raya Darmo mengarah ke utara, sampai di depan apotek Kimia Farma belok kiri. Dari situ –tidak sampai 100 meter—anda tinggal melongok ke sebelah kanan jalanan. Selamat menikmati hidangannya, karena Anda tidak perlu memikirkan bahan masakannya, tapi resapi saja kelezatannya.